aiem.. punjab

Sabtu, 19 Oktober 2013

Efektifitas Iklan Outdor Provider XL Ditinjau dari Respons Audiens di Jl. Affandi Kota Yogyakarta


a. Latar Belakang Masalah Jalan raya merupakan alat atau media penguhubung antara daerah satu dengan yang lainnya. Pembangunan jalan di Indonesia ini berawal dari zaman penjajahan yaitu saat Jendral Herman Willem Deandles mencanangkan untuk membangun jalan pantura dari Anyer sampai Panarukan, sejak saat itu sampai sekarang pembangunan jalan masih berlangsung dari mulai area perkotaan hingga pedesaan mengingat semakin banyak nya pengguna alat trasportasi baik berupa kendaraan pribadi, institusi atau perusahaan, maupun kendaraan umum. Banyaknya lahan yang dialihfungsikan menjadi jalan, polusi dimana – mana, kendaraan lalu lalang, sulitnya mendapatkan area atau lokasi pennghijauan karena pohon – pohon mulai ditiadakan atau di tebang karena dianggap mengganggu dan merusak pembangunan jalan. Sehingga membuat pemerintah terlena dan melupakan untuk membuat sumur resapan disekitar lokasi pembangunan yang menyebabkan bencana alam seperti longsor, banjir dan gempa sulit ditangani. Hal ini mengakibatkan semakin sempitnya publik untuk bergerak karena ruang publik sudah bergeser menjadi area transportasi. Dalam tulisan seorang mahasiswa komunikasi dalam kompasiana menyatakan bahwa, ruanng publik yang sengaja dibangun pemerintah untuk memfasilitasi para pejalan kaki, sekarang nyaris terkikis bahkan tidak ditemui lagi karena para pedagang kaki lima memakai fasilitas umum pemerintah itu untuk aktifitas ekonomi dan yang memprihatinkan pemerintah pun mengiyakan hal tersebut dan hanya ada beberapa jalan yang memang bertuliskan “ dilarang berjualan diarea ini “ itupun jalan milik institut tertetu yang peduli terhadap para pejalan kaki. Bahkan kegiatan – kegiatan ekonomi seperti pembangunan pasar- pasar disepanjang jalan yang memacu kemacetan serta mendorong perluasan jalan serta perusahaan yang memanfaatkan jalan – jalan terutama jalan di sekitar area perkotaan sebagai media periklanan yang semakin marak dan sulit dikendalikan. Menurut J. Habermas dalam buku ruang publik, hal inilah yang mendorong perubahan fungsi politis ruang publik yang dilandasi oleh perubahan ruang publik sebagai wilayah istimewa. Perubahan ini bisa didokumentasikan secara jelas dengan memperhatikan transformasi sebu ah institusi ruang publik yang paling menonjol yaitu pers. Namun ketika pers dikomersilkan menjadikan ruang publik total berhenti digantikan menjadi eksklusif wilayah privat. Selain pers wilayah prifat juga sudah merambah media – media strategis lainya seperti diungkap diatas yaitu jalan atau arus lalu lintas tempat orang lalu lalang yang kemudian dimanfaatkan masyarakat privat untuk menguasai ruang publik melalui pembangunan tempat untuk beriklan (space iklan) yang memiliki efek langsung terhadap masyarakat pribadi sebagai publik. Perubahan ruang publik menjadi medium periklanan didominasi oleh komersialisasi pers. Sebaliknya, komersialisasi tersebut juga digerakkan oleh kebutuhan pengiklan bisnis yang secara independen lahir dari konfigurasi ekonomi itu sendiri. Membanjirnya publikasi iklan keruang publik ini tidak bisa dijelaskan oleh liberalisasi pasar, lantaran itulah sebuah strategi penjualan jangka panjang dibutuhkan guna melindungi stabilitas dan saham pasar terkait. Disinilah para pengiklan bersaing mengunggulkan produk andalannya membuat masyarakat semakin sulit membandingkan produk mereka satu sama lain dalam teori hypodermik yaiitu masyarakat dibuat tidak berdaya dengan terpaan iklan atau biasa disebut kebanjiran iklan. Fenomena kebanjiran iklan ini dialami juga oleh sebagian besar pengguna jalan affandi karena hampir sepanjang jalan dihiasi space iklan dari berbagi ukuran. Tidak puas dengan penempatan space iklan di sisi kanan kiri jalan, para pengiklan juga mulai memasang space iklan di tengah jalan yang seharusnya dipakai untuk area penghijauanpun didudukinya sampai rambu – rambu lalu lintas, serta petunjuk arahpun nyaris tidak terlihat oleh pengguna jalan sehingga sangat mengganggu pemakai jalan. Oleh karena itu penelitian mengenai iklan media luar ruang di jalan affandi ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keefektifan iklan dilihat dari berbagai aspek diantaranya, jenis media yang digunakan, segmentasi audiens, pesan iklan sampai pada feedback audiens. a. Rumusan masalah Bagaimana tingkat keefektifan iklan yang terdapat disepanjang jalan Affandi menurut para pengguna jalan tersebut? b. Tujuan Untuk mengetahui tingkat keefektifan iklan yang terdapat disepanjang jalan Affandi kota Yogyakarta. c. Metode penelitian Penelitian kualitatif adalah penelitian yg menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yg terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yg ada. (Denzin dan Lincoln, 1987). Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan metode etnografi jalan Affandi yang dijadikan media periklanan. Etnografi adalah strategi penelitian ilmiah yang sering digunakan dalam ilmu sosial, terutama dalam antropologi dan beberapa cabang sosiologi juga dikenal sebagai bagian dari ilmu sejarah yang mempelajari masyarakat, kelompok etnis dan formasi etnis lainnya, etnogenesis, komposisi, perpindahan tempat tinggal, karakteristik kesejahteraan sosial, juga budaya material dan spiritual mereka. Peneliti di sini menggunakan penelitian etnografi, penelitian etnografi adalah termasuk salah satu pendekatan dari penelitian kualitatif. Penelitian etnografi berfokus pada pencarian makna individu. Namun, etnografi memiliki karakteristik khusus, yang berbeda dengan metode interpretif lain, yaitu melihat pemaknaan individu sebagai hasil pembentukan dari budaya melalui simbol-simbol; pemahaman dan cara hidup yang disalurkan secara kolektif. Proses pemaknaan tersebut bertujuan untuk memahami budaya tertentu menurut tata cara budaya tersebut, dan untuk merepresentasikan pemaknaan atas tindakan dan kebiasaan; ranata dari sudut pandang pelaku budaya. Dalam melakukan penelitian menggunakan metode etnografi, penting untuk ditekankan bahwa pendekatan etnografi, dana dalam pendekatan kualitatif lainnya, menggunakan persfektif atau metode yang beragam. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kriteria evaluasi hasil penelitian antara lain terpercaya, kredibel dan dapat diterima. Dalam penelitian ini juga dilakukan wawancara kepada para pengguna jalan, yang bertujan selain sebagai penambah data juga sebagai penguat data. Karena dengan wawancara dapat diketahui respon konsumen terhadap iklan terkait. Dalam wawancara kami mencoba melakukan pendekatan emosional serta dengan sikap santai, kami mencoba membuat narasumber berada pada posisi senyaman mungkin karena dalam kajian komunikasi, tidak cukupp untuksekedar mempelajari pola kmunikasi saja tetapi juga harus mempelajari target audien sehingga menimbulkan kesan welcome.

Jumat, 04 Januari 2013

Antusias para ‘slanker’ kejar konser slank di yogyakarta


Setelah menggoncangkan yogya dengan aksi futsal di gelanggang UIN Sunan Kalijaga oleh para personel ‘slank’ kali in slank akan menggelar kembali konser nya di yogyakarta yang mengakibatkan para slanker (pendukung slank) berbondong bondong datang ke yogya. Mereka datang dari berbagai daerah pelosok jawa terutama jawa timur seperti blora, surabaya, kediri, tuban, bulu, malang jombang. Jawa tengah meliputi klaten, solo, pati, rembang , dan slanker sejati “sarang’’ yang terkebal fanatik dan tidak ingin menyia nyiakan moment berharga tersebut. Karena tidak selalu tiap tahun slank menggelar konser. Bahkan tak sedikit pula yang datang dari luar jawa. Mereka terdiri dari gerombolan anak punk, mahasiswa, pelajar sma , bahkan para pelajar smp pun tidak mau ketinggalan. Para slanker itu datang dengan berbagai gaya, ada yang memakai kaos serba hitam bertuliskan slanker mania di belakang nya, ada yang memakai slayer slank, accessories slank seperti shall, sepatu, stiker yang di temple di motor – motor yang mereka pakai, gaya rambut yang di cat merah, kuning , hijau dan banyak lagi yang lain nya. (seperti lagu bang haji saja) Dan yang paling menjadi pusat perhatian bnayak orang yaitu iring - iringan rombongan dari blora yang mengendarai sebuah truk trailer besar istilah nya mereka BONEK (bondo nekat) sambil membawa spanduk dan bendera slank dengan pakaian serba hitam dan gaya rambut yang setengah gundul, mereka terdiri dari kalangan siswa smp terlihat dari wajah nya yang masih imut dan polos namun terpancar semangat 45. Selain itu adapula genk motor dari slanker jawa tengah dengan bendera slank nya . Para slanker banyak yang sudah datang satu minggu bahkan sehari sebelum konser di gelar, namun di hari h nya tepat nya kemarin tanggal 23 desember 2012, lonjakan pengujung kota yogyakarta meningkat drastis. Selain datang dari para penggemar slank yang hendak menonton konser slank yang di gelar di kridososno , lonjankan pengunjung juga datang dar berbagai wisatawan dari luar yogya karena pada moment liburan sekolah. Sehingga mengakibatkan jalanan macet dan sulit di kendalikan . Para polisi sudah menggerakkan massanya untuk menertibkan lalu lintas terutama jalur – jalur utama dan jalur menuju tempat wisata. Puncak meningkatnya pengguna jalan terjadi pada waktu sore hari. Di sepanjang jalan solo, prambanan, wonosari, afandi, mataram dan puncak nya di jalan timoho menuju mandala krida dimana disanalah konser slank di gelar. Slank menggelar konser di yogya bukan merupakan kali pertama, namun tetap saja yang namanya virus slank sudah menjadi candu seperti perokok yang akan selalu haus akan nikotin. Meski pun slank usia nya sudah tidak semuda band – band jaman sekarang . Namun penggemar slank tidak kalah bnayak dengan band band masa kini . Sebagai band legendaris slank sanagat diminati denan berbagai lagu – lagu khas nya sperti “i miss u but i hate u my girl, ga perlu, dan masih banyak lagi lagu yang memang itu disesuaikan dengan jiwa jiwa anak muda. Slank sendiri tidak pernah berpenampilan modis ataupun perfect seperti kebanyakan band indonesia. Penampilan yang nyentrik dan santai membuat interest tersendiri bagi anak – anak muda sehingga tercipta nama “slank” yang berawal dari kata “slengean” dalam bahasa jawa yang artinya seenak nya saja. Yang kemudian dipakai lah penggalan kata ‘sleng’, namun di rombak menjadi ‘slank’ dengan bentuk yang unik huruf ‘S’ dan ‘K’ yang berbentuk seperti ekor Devile yang saling berhubungan. Sehingga logo slank sendiri tidak hanya terpampang dalam disk, stiker ataupun kaos tetapi sudah di kreasikan menjadi bendera kebesaran ‘slank’ sebagai bentuk kefanatikan slanker ( para pendukung slank). Fanatisme itulah yang mendorong para slanker mengikuti setiap jejak petualang band ‘slank’. Bahkan banyak yang rela mengorbankan liburan pendek nya karena hanya ingin sekedar nonton konser slank di yogyakarta . “saya dan rombongan datang dari surabaya, sebenernya kami hanya punya waktu libur sampai tanggal 25 desember ini, namun setelah mendengar adanya konser slank ini kami bonek datang kesini dan mungkin hanya sampai selesai konser tengah alam nanti, setelah itu langsung pulang. Disamping minim nya dana kita juga ngejar deadline kuliah. Demikian wawancara saya kepada salah satu slanker asal surabaya. Konser slank yang di gelar tadi malam, terlihat lebih heboh dan lebih ramai dari konser – konser yang di gelar sebelum nya, disamping harga tiket yang relative terjangkau, juga bertepatan dengan moment liburan sehingga area kridosono seakan lautan penonton slank. Saking kencang dan ramai nya konser itu sampai terdengar di kawasan uin sunan kalijaga dan sekitar nya. Hingga tengah malam suasana kridosono masih ramai dengan arak- arakan slanker yang berebutan keluar lokasi. Anggota polisi pun ikut mengamankan dan menertibkan untuk menghindari kecelakaan dan tawuran antar penonton. Sepanjang malam polisi terus berjaga sampai jalan benar – benar aman, lancar dan penonton bisa tertib meninggalkan lokasi.

Banyak nya pedagang (kaki lima) di Yogyakarta menyebabkan pejalan kaki kehilangan hak prerogatif nya


Di era globlisasi ini di kota bahkan di desa – desa kita sering menjumpai kendaraan berbahan bakar minyak seperti mobil, truk, bus, kereta api, dan yang paling terpopuler dan hampir setiap keluarga memilikinya yaitu motor Motor merupakan alat transportasi yang dinilai lebih murah dan lebih irit ongkos bensin maupun ongkos tenaga. Karena selain harganya yang relatif terjangkau juga cara penggunaan nya yang mudah. Apalagi dengan model motor sekarang yang sudah beraneka ragam model nya sehingga konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan dan model yang mereka inginkan. Di yogjakarta sendiri penggunaan motor serta kendaraan pribadi lainnya sudah mencapai target hampir 65% sedang untuk kendaraan yang lain secara keseluruhan 25%. Bahkan pengemudi sepeda dan pejalan kaki yang merupakan ciri khas Yogyakarta sebagai kota pelajar yang asri, sejuk, dan nyaman itu hanya 10%. Istilah kasar nya sudah mulai minim dan hampir punah. Budaya Aksi bersepeda maupun tradisi jalan kaki mungkin sampai saat ini sangat jarang sekali di temui. Kita akan sering menemukan aksi bersepeda bareng maupun jalan bareng dalam beberapa event yang terus menerus sengaja di pawaikan sekedar untuk mengingat –ingat kembali budaya yang mulai terkikis. Namun pada kenyataan nya hidup itu semakin kesini semakin di kejar waktu dan orang mulai berpikir untuk melakukan sesuatu serba instan dan segera sehingga mulai melupakan nikmatnya jalan kaki yang lebih sehat, bebas polusi, no macet, menambah keakraban serta tercipta lingkungan sosial yang setara dan sama rasa. Untuk saat ini pemerintah selalu mengupayakan upaya – upaya pemberantasan terhadap kemacetan mulai dari membangun beberapa jalan – jalan alternative, pelebaran jalan sampai pada pengalokasian para pedagang kaki lima yang mulai benyebar tidak beraturan sehingga mengganggu para pengguna jalan terutama pejalan kaki. Dari dulu mata pencaharian rakyat Indonesia sebagian besar adalah berdagang. Dan pusat atau pengalokasian para pedagang – pedagang tersebut adalah pasar. Di pasar itulah para pedagang yang tidak memiliki kios pribadi dapat menyewa ataupun membeli kios – kios yang telah di sediakan oleh pemerintah. Namun pada kenyataan yang terjadi pengalokasian itu tidak di awasi dan kurang mendapat perhatian khusus karena masih saja di temui pedagang kaki lima yang berkeliaran di setiap sudut jalan. Akibatnya selain gagal nya upaya pembersihan kota, menambah nya produksi sampah, serta yang terpenting yaitu terganggu nya para pengguna jalan akibat pedagang – pedagang kaki lima lima tersebut yang memadati area –area ramai. Dan dalam hal ini yang seharus nya merasa di rugikan adalah para pejalan kaki yang sampai saat ini belum jelas ada tidak nya jalan khusus bagi pejalan kaki seperti di Negara – Negara tetangga seperti di eropa, jepang, korea, cina, yang telah menyediakan area khusus bagi para pejalan kaki yang tentunya sudah di sterilkan dari berbagai macam polusi serta pedagang kaki lima dan semacam nya. Sehingga kalau kita melihat ataupun mencari informasi dari berbagai Negara di penjuru dunia terutama di Negara maju, orang lebih banyak melakukan aktifitas dengan rutinitas jalan kaki. Jarang sekali orang – orang yang menggunakan kendaraan pribadi. Kebanyakan memakai jasa kereta api, peasawat, dan juga kapal laut. (mungkin karena mereka malas membeli kendaraan pribadi yang selain mahal juga penggunaannya sangat terbatas,, hehehe ) Nah dari situlah kita mungkin baru menyadari betapa di perhatikan nya pejalan kaki di Negara – Negara tersebut. Bahkan area untuk pejalan kaki selain lebih lebar dibanding jalan raya (jalan untuk kendaraan umum jadi, dengan adanya aturan –aturan tersebut para pengguna jalan tidak merasa terganggu dan tidak saling mengganggu satu sama lain. Selain itu disana juga di lengkapi fasilitas air gratis yang di sediakan khusus untuk mengatasi permasalan dehidrasi bagi setiap orang yang jalan. Padahal disana air sangat langkah, namun pemerintah disana mampu menyediakan air secara Cuma – Cuma. Sedang di Indonesia sendiri belum menerapkan hal seperti itu, padahal kita tau Indonesia tanah air beta, namun kenyataan nya air saja langkah dan di jadikan barang komersil untuk kepentingan pihak tertentu. Di Indonesia area khusus untuk pejalan kaki saja hampir tidak ada. Beralih fungsi yaitu sebagai persediaan tempat bagi para pedagang kaki lima untuk memperlebar kios – kios mereka . Seakan – akan mempunyai hak priogatif atas jalan – jalan yang sedang mereka tempati saat ini. Itu bisa kita temui di sepanjang jalan malioboro, sepanjang jalan di kampus UGM, sepanjang jalan solo dan di jalan – jalan lain nya di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya. Jadi wajar apabila kemacetan di area perkotaan semakin menjadi – jadi , itu penyebab salah satu nya yaitu kurang nya pengalokasian serta pengkondisisan pedagang kaki lima di sepanjang jalan utama kota terutama di Yogyakarta sendiri. Sehingga tidak bisa di salahkan apabila para pejalan kaki pun turut menggunakan jalan raya untuk melakukan aktifitas sehari – harinya Karena tidak tersedianya area khusus untuk mereka. Hal ini seharus nya jadi perhatian khusus bagi pemerintah setempat agar segara merapikan serta mensterilkan kembali area – area untuk para pengguna jalan terutama bagi pejalan kaki yang sudah kehilangan hak hak nya sehingga dapat meminimalisir kemacetan pada umumnya serta pencemaran lingkungan khususnya. (belum bisa menampilkan foto karena keterbatasan alat) Aim.doc, 08102012

Melemah nya tradisi “diskusi “membuat kampus UIN Sunan Kalijaga kehilangan identitas


Berbicara masalah kampus tentunya tidak terlepas dari hiruk piuk kegiatan mahasiswa di samping ngampus, seminar, penelitian, praktikum, ad pula organisasi, , UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), demo dan lain sebagainya. Terlepas dari semua itu ada satu lagi kegiatan yang paling urgent (penting) bagi mahasiswa pada umumnya yaitu ‘’DISKUSI”. Diskusi dalam artian disini yaitu kajian atau lebih familiar kita sebut belajar kelompok di luar jam kuliah untuk membahas mata kuliah yang sudah atau yang akan dipelajari pada kuliah selanjutnya agar terwujud pemahaman bersama atau dalam kamus Ilmu Komunikasi disebut frame of reference. Diskusi ini dilakukan oleh 10 – 20 mahasiswa dengan satu orang sebagai moderator sekaligus notulen, dan satu orang sebagai fasilitator atau pemateri. Fasilitator biasanya para senior atau seseorang yang di anggap lebih menguasai materi – materi yang akan di diskusikan. Sejauh ini saya mengamati kebanyakan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga khusus nya mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Humaniora sudah jarang melakukan rutinan berupa diskusi kelompok bahkan tidak sama sekali. Mahasiswa hanya aktif diskusi pada saat di kelas, bahkan kalaupun diskusi di luar yang dibicarakan kebanyakan masalah tempat observasi, proses melakukan riset (absensi motor, berapa anak yang ikut, penentuan hari dan jam melakukan riset, dan lain sebagainya), ngomongin sesuatu (ngerumpi) mulai dari cara berpakaian, penyampaian, bahkan kesalahan dosen pun dibahas dengan sedetail – detail nya dan se tuntas – tuntas nya. Jarang sekali menemui mahasiswa yang benar – benar melakukan diskusi tentang edukasi ( materi perkuliahan). Atau kalau tidak kebanyakan mahasiswa sekarang lebih suka membicarakan tentang fasion, new style, musik, serta film – film ter update, daripada membicarakan tentang buku apa saja yang ter update dan terlaris akhir - akhir ini, buku – buku mana saja yang sudah kalian baca, berapa banyak buku yang sudah kamu koleksi dan sebagai nya. Menurut saya, budaya diskusi yang efektif, teratur, terarah serta terjadwal hanya terjadi pada musim – musim OPAK (orientasi pengenalan akademik , yang di kampus –kampus lain di sebut OSPEK). Karena pada musim inilah mahasiswa terlihat aktif dan menikmati diskusi. Dan bagi senior adanya rasa tanggung jawab tinggi untuk membina, mendidik serta mengajarkan pentingnya berdiskusi . Namun pasca OPAK, terjadi normalisasi seakan – akan diskusi hanya sebagai ajang ritual pada waktu OPAK saja. Hal seperti itu menjadi soroti oleh ketua bem-j ilmu komunikasi saudara handini tentu saja meresahkan sebagian besar mahasiswa karena merasa kurang maximal dalam menerima penjelasan – penjelasan dosen, bahkan materi – materi yang sesuai dengan jurusan yang di ambil. Melalui wawancara dengan ketua BEM – J prodi Ilmu Komunikasi bahwasan nya dulu UIN Sunan Kalijaga terkenal dengan nama kampus putih karena pada masa orde baru UIN tumbuh sebagai kampus Non –Blok terhadap Partai Politik, kampus rakyat karena harganya terjangkau bahkan bagi masyarakat kalangan sekalipun , kampus perlawanan karena UIN Sunan Kalijaga sebagai kiblat untuk melawan otoritas. Baik perlawanan dengan jalan demo kepada pemerintah, maupun protes terhadap dosen (yang tidak bisa menyampaikan materi – materi secara maximal ) melalui jalan diskusi. “Dulu mahasiswa UIN aktif melakukan diskusi – diskusi , adapun waktunya tergantung schedule masing –masing kelompok. Hampir setiap hari seluruh area kampus ramai dipenuhi kelompok –kelompok yang sedang berdiskusi. Namun semakin kesini budaya diskusi ini semakin terkikis . Kecuali dalam lingkup organisasi yang selalu mempertahan kan tradisi tersebut. Terakhir saya merasakan suasana diskusi pada tahun 2009 selanjutnya masih ada beberapa , namun kisaran tahun 2010 - 2012 sudah sangat jarang bahkan tidak ada sama sekali. Saya berharap budaya diskusi itu dihidupkan lagi supaya mahasiswa tidak terkesan monoton (hanya menerima merujuk dosen tanpa mencari pengetahuan yang lebih luas)”. Tutur nya. Dari beberapa uraian tersebut tentunya bisa menjadi pelajaran sekaligus refleksi bagi seluruh masyarakat UIN Sunan Kalijaga terutama Fakultas Ilmu Sosial Dan Humaniora yang sadar akan penting nya berdiskusi serta memanfaatkan dengan sebaik – baik nya waktu luang yang banyak terbuang sia – sia dengan menghidupkan kembali budaya diskusi di awali dari kesadaran diri sendiri dengan mulai mengumpulkan sejumlah kelompok –kelompok kecil, missalnya teman dekat atau dengan teman sekelas untuk melakukan diskusi seminggu sekali atau menyesuaikan dengan jadwal kuliah. Agar suasana diskusi kampus ini mulai hidup kembali karena bisa dikatakan sampai saat ini diskusi kampus sudah punah karena hampir tidak ditemui lagi kegiatan seperti itu. Selamat mencoba… ^_^ Aim.doc 27sept2012

Tuban bukan kata adobsian dari “arab”, tuban murni bahasa jawa timur tercinta.


Jalan jalan ke jawa timur kurang afdhol rasanya kalau tidak singgah dulu di kab. Tuban. Kota pesisir yang terkenal dengan sea food nya dengan rasa khas “pedas”. Selain itu kota kecil yang terletak di paling ujung barat propinsi jawa timur ini memiliki suatu keunikan di samping namanya ““ yang berasal dari cikal bakal (keluar air ), berawal dari kisah seorang dari negeri Tirai Bamboo yang berlayar ke Indonesia untuk mencari Sunan Bonang yang di kenal banyak orang sebagai seorang yang handal dan sakti mandraguna, selain kekuatan fisik sunan bonang juga terkenal dengan kepandaian nya dalam adu argumen. Orang Cina yang penasaran akan sosok Sunan Bonang pergi berlayar ke Jawa sambil membawa sepeti kitab – kitab sebagai bahan untuk adu argument dengan Sunan Bonang. Namun tiba – tiba di tengah perjalanan badai menghantam perahu orang cina tersebut sampai semua kitab yang di bawah nya tenggelam di laut. Namun pada saat itu orang cina beserta kapal yang di tumpanginya selamat, namun aneh nya kapal yang di tumpanginya itu tidak bisa bergerak maju, mundur dan kearah utara. Hanya bisa berjalan kea rah selatan saja. Akhirnya sampailah orang cina tersebut ke pantai Tuban. Disana dia melihat seseorang berbaju putih sambil membawa tongkat. Di tanyalah orang itu: “hei, pak tua. Taukah kamu tempat saya terdampar ini ?” “ oh, anda terdampar di pantai Tuban “ jawab pak tua itu. “wah kebetulan sekali, tujuan saya memang ke Tuban untuk mencari orang bernama Sunan Bonang” “untuk apa kisana mencari beliau ?“tanya pak tua itu “saya sangat penasaran dengan sosok Sunan Bonang yang terkenal arif, bijaksana dan terkenal dengan ilmu kanuragan serta kecerdasan yang tinggi. Saya ingin tau sebebrapa tinggi ilmu nya, oleh karena itu saya jauh – jauh datang dari negri seberang untuk adu argument dengan nya . Tetapi saya bernasib malang kitab- kitab yang saya bawa dari cina telah tenggelam akibat badai laut. Saya tidak bisa berbuat apa – apa “ Orang tua itu manggut – manggut, dan tiba – tiba manancapkan tongkat nya ke tanah, selang beberpa waktu tongkat itupun di cabut kembali dan keluarlah air yang sangat deras dan ajaibnya keuar pula kitab –kitab orang cina yang hilang terhempas badai. Dari situlah orang Cina itu menyadari bahwa orang yang di hadapan nya bukan lah orang sembarangan, dia sangat sakti mandraguna. Dia pun berfikir mungkinkah orang yang ada di hadapan nya itu tak lain adalah Sunan Bonang yang selama ini dia cari. Seketika itu orang cina tersebut bersujut dan meminta ampun serta bersedia menjadi pengikut serta murid Sunan Bonang. Dan mata air yang terpancar dari tongkat itulah kemudian sekarang di buat sumur yang bernama “sumur agung”, yang terletak di pemakaman sunan bonang tepat nya di belakang masjid agung tuban. Dinamakan sumur agung karena selain ukuan nya yang besar, sumur agung ini juga tidak pernah kering meskipun di musim kemarau sekalipun. itu cerita dari penduduk tuban sekitar wilayah pesisir. Sedangkan bagi penduduk wilayah agraris atau masyarakat pertanian, penamaan istilah tuban yaitu berasal dari kata Watu Tiban (batu jatuh) karena pada saat itu ada meteorid yang jatuh di bumi dan serpihan – serpihan batu meteor itu jath di kota tuban, tepat nya di persawahan milik penduduk sekitar. Disebut lah Tuban. Dan masih ada lagi cerita lain nya tentang asal usul kata “Tuban” . Yang jelas tuban itu istilah jawa , bukan istilah arab yang kebanyakan alumni pesantren memaknainya jorok yaitu tuban=“celana dalam “. Sangat tidak relevan sekali dengan sejarah nya. Itulah asal usul terbentuk nya istilah “ tuban”. Berbicara tentang sejarah nya saja yang begitu unik dan menarik, apalagi kalau kita bisa menikmati berbagai wisata alam yang eksotis lagi bersejarah disana. Diantaranya : 1. Gua : Gua Putri Asih( Montong), Gua Akbar, Gua Pondok, Gua Ngerong(Rengel), Gua Angin (Fdi Sekitar Pantai Sowan) Gua Rambut (Terletak Di Daerah Semen, Di Tengah Hutan Lindung) 2. Pantai : Boom Beach, Sowan Beach, Mangroof (yaitu wisata pantai yang dihiasi tumbuhan bakau, serta mangroof di jenu ) 3. Tempat ibadah dan ziarah: Masjid Agung Tuban (peninggalan sunan bonang), Klenteng Kwan Sing Bio (salah satu klenteng yang menghadap ke laut,yang ,merupakan klenteng tertua dan terbesar di Asia Tenggara), Makam Sunan Bonang, Dan Makam Ki Abdul Jabar 4. Museum Pusat “Kambang Putih” (berada di depan alun alun). 5. Pemandian Air Panas, Serta Kolam Renang Alami Bektiharjo,Air Terjun Nglirip Dan masih banyak lagi. Selain tempat wisata tuban juga mempunyai mi numan dan buah khas yaitu “Legen” dan buah Siwalan dan satu lagi makanan khas tuban yaitu “Putu Ayu”. Rugi banget kalau jalan – jaln ke Jawa Timur tanpa mampir ke Tuban. Dan akan lebih rugi lagi kalau di tuban cuma jalan –jalan tanpa mengicipi makanan khas nya yang pedas serta membeli oleh – oleh khas Tuban. Selamat mencoba,,,,, ^_^

may mother is my hero

Ibu ku adalah seorang wanita yang perkasa , segala macam pekerjaan bisa dia lakukan untuk menghasilkan uang asal halal dan kebutuhan keluarga serta saudara saudara nya terpenuhi. Ibuku adalah seorang wanita yang lahir dari keluarga tidak mampu, anak pertama dari 5 bersaudara. Dimasa kecilnya ia terkenal akan kepandaian nya baik dalam bidang agama, umum, bahkan dalam hal olah vocal. Selama mengenyam pendidikan di bangku sekolah yang notaben nya keras dan masih diliputi hawa penjajah dan PKI. Jarang sekali saat itu gadis kecil sekolah. Karena pendidikan hanya diperuntukan untuk anak laki – laki dan gadis dari kalangan bangsawan. Umumnya anak anak sebayanya focus untuk belajar dan bermain. Namun ibuku lain, meskipun dia masih anak – anak dia sadar akan peran nya sebagai anak pertama dari keluarga miskin pula. Dia merasa bersalah melihat orang tuannay banting tulang untuk menghidupi keluarga dan membiayai sekolah nya beserta adik – adik nya. Akhir nya dengan kebesaran hatinya dia pun merelakan sekolah nya tinggal demi untuk membantu kedua orang tuanya mencari nafkah agar adik – adik nya bisa tetap melanjutkan sekolah. Di usia 10 tahun itu ibuku sudah bekerja layak nya orang dewasa. Hal itu berlangsung sampai semua adik nya menempuh jenjang SMP. Dan selanjutnya mereka sama bekerja untuk meningkatkan taraf hidup mereka . Beranjak dewasa ibuku dijodohkan dengan seorang laki – laki yang tidak beda jauh nasibnya dengan ibuku.yah,, dia adalah ayah ku. Semasa kecil dia harus dihadapkan dengan kondisi keluarga yang broken home. Kemudian kedua orang tuanya hidup dengan keluarga baru mereka. Ayah ku adalah nak pertama dari dua bersaudara. Dan dia pun harus merelakan sekolah nya demi adik nya. Semenjak itu ayah ku di asuh oleh ayah kandung nya. Namun hidup dengan ibu tiri itu serasa di neraka. Dan ayah ku sudah diperlakukan layaknya jongos atau babu. Tidak hanya itu selama tinggal dengan ibu tirinya hampir tidak terbesit kebahagiaan dalam hidup nya. Namun meskipun ayah ku tidak mengenyam pendidikan formal, dia selalu belajar privat agama dengan kiayi desa setempat. Dan itu berlangsung selama masa remajanya. Dan dimasa remaja nya dia habiskan untuk mengurus masjid, mulai dari mengurus masjid, jadi muadzin, sampai panitia penerima zakat. Suara emas ayah ku lah yang mengantarkan ibuku padanya. Meski pertama hanya sekedar fans, namun berujung keluarga. Karena ini hanya berkaitan soal ibu, saya akan menjelaskan tentang peran ibuku dlam keluargaku. Ibuku adalah seorang pahlawan yang selain melahirkan, merawat, membesarkan memberi kasih sayang, menemani saat belajar, namun tidak akn pernah bisa jadi wali ataupun menjadi oranag yang di panggil di panggung saat kami menjadi juara kelas setiap tahun nya. Beliau hanya bisa ikut merasakan kesenangan sampbil menitihkan air mata. Andai kau tau sahabat – sahabat pembaca. Kedua orang tua kami tidak pernah mengenyam pendidikan yang mereka tau hanya lah mencari uang untuk kebutuhan kami, sekolah kami, masa depan kami mereka tidak mau nasib anak mereka sama dengan mereka diwaktu kecil. Bertahun tahun mereka mereka menutupi itu semua. Sampai akhirnya aku beranikan diri untuk bertanya. Kenapa setiap hari mereka sellau tidak pernah ada untuk kami, seakan – akan kami anak tetangga yang di biayai oleh mereka. Semenjak kakak – kakak ku pondok, akulah yang tertua. Aku ahrus menggantikan peran kedua orang tua ku untuk menggantikan kasih sayang kedua orang tua yang tidak tersalurkan kepada adik – adik ku. Aku selalu merasa yang mereka tau hanya uang,uang dan uang. Sampai meluangkan waktu untuk melihat kami berangkat sekolah saja mereka tidak sempat. Mereka pergi pagi pulang malam. Namun beranjak dewasa aku mulai mengerti keadaan lah yang membuat semua itu terjadi. Aku harus membantu mereka mengasuh adik – adik ku. Itulah mengapa mereka menyekolahkan kami di MI yang sama , agar ada ikatan emosinal dari kita, dan mereka sadar akan pentingnya ilmu agama bagi masa depan kami. Mereka tidak pernah memaksa kita untuk memacu prestasi, mereka tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Karena mereka tau kemampuan anak berbeda – beda. Namun hal itulah yang menghidupkan pikiran dan nurani kami. Kami mulai berfikir bahwa kedua orang tua kami telah bekerja banting tulang pergi pagi pulang malam, selalu menuruti apa yang kita inginkan dan butuhkan, masa kita hanya diam di tempat membiarkan yang lain menggaet prestasi yang ada di depan mata? Oh tidak,, dengan keadaan seperti itu membuat kita berlomba melawan musuh dengan dorongan hati nuranni kami. Sehingga kita tidak hanya berprestasi di kelas, tapi juga di ajang unjuk bakat. Dan kebetulan keseluruhan saudaraku jago dalam hal olah vocal, sehingga kita menggaet piagam, dan trofi dimana –mana. Dan terakhir kemaren kakak ku menjuarai lomba qiro’ah tingkat jawa timur di UIN malang, adikku juara lomba adzan tingkat kecamatan, tinggal adikku yang terakhir nanda namanya, dia mulai menunjukkan kebolehan nya dalam olah vocal diberbagai acara di desa, dan event antar sekolah dasar.

About Me

Foto saya
q suka hal yan g baru,suka membuat orang ketawa.suka mendramalisir suasana